Sabtu, 09 November 2019

AKU YANG MEMUASKAN TANTE

LAGUQQ - Saya adalah seorang pegawai swasta yang bekerja di salah satu counter hp, Beberapa minggu yang lalu saya ditelpon  untuk memperbaiki sebuah hp salah satu pelanggan yang belum saya kenal yang jelas suaranya seorang wanita, saya perkirakan berumur 25 tahunan karena suaranya sangat manja dan dewasa.

Pada waktu yang ditentukan saya datangi, rumahnya tak terlalu luas tapi cukup apik penataan taman, saya pencet bel, yang keluar seorang wanita setengah tua dengan penampilan yang mempesona, dengan kulit bersih tanpa menggunakan make up dan bibirnya yang sensual hingga membuat buyar konsentrasi. Setelah beberapa saat menunggu di ruang tamu saya dipersilakan masuk ke ruang kerja,Dan saya di berikan sebuah hp yang  ingin di perbaiki. Beberapa waktu berselang selesai pekerjaan saya, sebelum pamit saya menyuruh mencoba hp tersebut apa sudah baik atau masih ada yang bermasalah.

Berawal dari coba mencoba akhirnya saya jadi akrab untuk berbincang-bincang dengan wanita setengah baya, yang mengaku bernama Dewi (nama samaran). Yang ternyata seorang istri yang selalu ditinggal oleh suaminya yang gila kerja. Waktu suaminya hanya tersita oleh pekerjaan, memang soal materi selalu diberikan dengan sangat cukup tapi soal batin yang tak pernah terpikirkan oleh suaminya terhadap istrinya, saya pikir hal ini persoalan klise belaka, tetapi dampaknya sangat berarti bagi kehidupan berumah tangga.

Tidak  terasa waktu berjalan  seiring dengan konsultasi Dewi terhadap saya tentang persoalan rumah tangganya, katanya saya dapat berbicara seperti konsultan rumah tangga, hal ini memang saya akui suatu kelebihan saya bila menghadapi wanita yang sedang menghadapi musibah, tapi bukan sebagai kedok untuk berbuat yang tidak-tidak.

Setelah selesai saya pamit dan memberikan No. HP pribadi saya dengan pesan bila terjadi sesuatu dan memerlukan saya hubungi saya.
Selang beberapa hari kemudian saya ditelpon untuk bertemu disuatu tempat yang menurut saya sebagai tempat yang sangat romantis bagi dua insan yang sedang kasmaran namanya (ada aja).
“Mas, saya sangat berterima kasih atas konsultasinya waktu lalu”, ujar Dewi dengan mata yang sendu dan bibir tergetar halus.
“Saya hanya orang biasa yang hanya dapat berbicara untuk mencari jalan keluar”, jawab saya sebisanya karena dengan tatapan matanya saya dapat merasakan getaran birahi yang sangat besar.
“Saya ingin Mas temani saya untuk berbagi rasa dengan perasaan Mas yang sebenarnya”
Wah mati aku, akhirnya saya bimbing kedalam tempat yang nyaman dan privacy. Bagaikan seorang kekasih saya berkasi-kasihan diatas sebuah ranjang empuk dan berudara nyaman.

Saya lumat bibirnya dengan penuh perasaan dan saya genggam kedua telapak tangannya sehingga kami merasakan kebersamaan yang bergelora. Lidahnya terus bergoyang didalam rongga mulut seirama dengan alunan musik bossas. Lama kami ber ciuman mesra, ku rangkuh lehernya dengan jilatan halus yang merindingkan bulu kuduknya, Dewi melenguh.
“Mas terus Mas jangan kecewakan saya” sebentar-bentar tangannya bergerilya ke dada dan selangkangan saya, tak tinggal diam dengan gaya yang meyakinkan saya kecup putingnya dengan sedotan-sedotan kecil dan gigitan mesra, bibir saya meluncur kebawah menuju pusar, saya mainkan lidah saya dibundaran pusarnya wah wangi farfumnya menyentuh birahi saya. Tangannya merangkuh alat vital saya yang sudah tegang, Dewi kaget, mass kok besar sekali, saya bisikan, jangan takut pasti muat. Memang Dewi belum dikaruniai anak, jadi masih seperti perawan, apalagi punya suaminya tak terlalu besar.



Saya jilat permukaan vaginanya, Dewi bergelinjang menarik pantatnya hingga menjauhi bibir saya, saya terperanjat, kenapa?
“Mass saya belum pernah seperti itu, maaf yah”, saya hanya tersenyum dan meneruskan permainan bibir kebagian betis dan seluruh paha.
Beberapa waktu berselang tangannya mendekap kepala saya dengan sangat kencang seolah-olah tak mau dilepaskan, sesak nafas saya. saya tau Dewi sudah klimaks tapi dalam dalam benak saya ini baru permulaan. Setelah dekapannya melemah saya baringkan telentang, terhamparlah padang rumput dan pegunungan yang indah seindah tubuhnya tanpa sehelai benangpun. Dengan gaya konvensional saya mulai melaksanakan tugas saya sebagai seorang lelaki, saya arahkan punya saya disela-sela bibir kemaluannya dan langsung menyodok nya,mas pelan pelan dong agh,,,
“Mass, tahan Mass ngiluu Mas terlalu besar”.

Memang saya sadar dan tak langsung main tancap, saya tarik dan tekan secara perlahan-lahan, setelah vaginanya teradaptasi Dewi berubah dengan gaya yang agresip ditekan pantatnya ke atas hingga punya saya ambles semua, saya imbangi dengan gerak-gerakan yang atraktif, saya balikkan tubuhnya, saya dibawah dan Dewi di atas dengan demikian Dewi lebih leluasa untuk mengekspresikan birahinya yang selama ini tertahan. Benar adanya dengan gerakan yang dahsyat Dewi bergerak naik turun sambil berdesis-desis hingga saya bingung membedakan antara desisan bibir bawah dengan bibir atas. Beberapa saat kemudian Dewi mengejan dan menegang sambil menggigit dada saya, setelah itu saya tak mau kehilangan momen saya lakukan penyerangan dengan gaya profesional atas, bawah, depan, belakan, kiri dan kanan, hanya satu yang tak mau saya paksakan yaitu mengoral punya saya, karna saya tau Dewi nanti stress, saya pikir bila nanti pada satnya tiba mungkin bukan batangnya yang dilumat tapi sekalian bijinya dan sangkarnya.
“Dewwii saya mau klimaks   nihh. saya keluarin dimanaa?”
“Mas di luar saja dulu yah”.

Dengan secepat kilat saya tarik kemaluan saya dan saya keluarkan di dadanya hingga semprotan protein meleleh diantara dua bukit dan sedikit terciprat ke dagu. Setelah semprotan terakhir keluar, matanya terbuka dan tangannya menggenggam kemaluan saya, tanpa saya sadari dikulumnya kemaluan saya, hingga saya terpaku dan tak yakin, yah mungkin inilah yang dinamakan puncak dari birahi kaum hawa yang sudah mencapai batas ambang sehingga tak berlaku lagi rasa malu, jijik, dan kotor yang ada hanya nafsu dan nafsu.

Tanpa istirahat kemaluan saya bangun kembali sehingga menegang sampai kuluman mulut Dewi terasa sempit dan rongga mulutnyapun membesar. Gerakan maju mundur mengakibatkan saya bergelinjang kekanan dan kekiri sambil sesekali mencengram rambutnya yang terurai lepas. Konsentrasiku hampir terganggu dengan gerakannya yang cepat hampir klimaks saya dibuatnya, tapi sebelum itu saya lepaskan untuk mengurangi ketegangan saya, saya balik menyerang dengan jari jemari menari-nari diseputar liang vaginanya dan sesekali menggesekkan ke area G-Spot wanitanya sehingga Dewi merancau tak karuan, tangannya menarik sprei hingga terlepas dari sangkutannya. semakin lama semakin dahsyat pergolakan birahi saya dan Dewi, saya rasakan aliran cairan hanggat membasahi jari saya dan tak mau ketinggalan moment yang indah ini saya balikan tubuhnya sehingga tengkurap dan saya tekan dengan kemaluan saya dari arah belakang, Dewi meringis.
“Mas pelan-pelan, ngilu”

Saya atur irama sehingga lama kelamaan menjadi asyik dan Dewipun melakukan gerakan yang membuatnya bertambah assyik dan masyukk. Dadaku bergetar ketika hasrat itu akan mencapai puncak, ku tarik kemaluanku dan kusemprotkan ke atas punggungnya dangan kedua tangan ku mencengram kedua bongkah pantatnya yang masih kencang untuk ukuran Dewi. Dan lubang anusnya masih bersih tak ada tanda-tanda bekas gesekan atau luka atau penyakit wasir, nafsu saya melihatnya tapi hasrat itu saya pendam, mungkin (dalam benak saya) lain waktu Dewi meminta untuk di setubuhi anusnya karena memang bila nafsu sudah datang birahipun memuncak yang pada akhirnya dunia terasa sangat-sangat indah melayang-layang dan sukar diutarakan yang ada hanya dirasakan. Pikiran ngeres saya ternyata terbaca oleh Dewi, dengan sedikit mesra tangannya menarik kepalaku dan membisikan sesuatu.
“Mas, coba dong masukin dari belakang, Dewi ingin coba sekali aja tapi pelan-pelan yah”.

Antara sadar dan tak sadar saya anggukan kepala tanda setuju. Karena badan saya sangat lelah saya istirahat sebentar dan membersikan sisa-sisa mani yang menempel pada kaki dan perut. Saya minum beberapa teguk minuman yang dihidangkan dikamar tamu, setelah rilek saya kembali kekamar, ternyata Dewi masih tergolek diatas tempat tidur dalam posisi tengkurap, wah inilah yang dinamakan lubang surga, terletak hanya kurang lebih tujuh centimeter antara lubang vagina dengan lubang anus. Saya berfikir mana yang lebih sempit, wah yang pasti lubang anus yang lebih sempit, tanpa basa-basi saya mainkan jari saya dengan sedikit ludah untuk pelicin kesekitar permukaan anusnya, Dewi terbangun dan merasakan adanya sesuatu yang lain dari pada yang lain, dan jariku terus menusuk nusuk lubang anusnya, saya tidak merasa jijik karena memang anus Dewi bersih dan terawat.

Dengan hati-hati saya masukkan kejantanan saya kedalam anusnya, susah sekali masukinnya karena memang punya saya besar dibagian kepalanya sedang Dewi anusnya masih sangat rapat, saya nggak abis akan saya ludahin agar licin, lama-lama kepala kemaluan saya masuk kedalam anusnya, Dewi menjerit kecil, saya tahan beberapa saat kemudia dengan rileks saya tekan setengah dan tarik kembali, begitu terus-enerus sehingga Dewi merasakan sensasi yang luar biasa.
“Mas kok enak sih, lain gitu dengan melalui vagina”.
Saya pun waktu itu baru merasakan lubang anus tuh seperti itu, menyedot dan hangat, hampir-hampir saya tidak kontrol untuk cepat-cepat keluar, dengan tarik nafas secara perlahan saya bisa kendalikan emosi saya sehingga permainan berjalan dengan waktu yang panjang, Dewi meringis dan bola matanya sebentar-bentar putih semua menandakan birahi yang sangat dahsyat.

Kemaluan saya semakin tegang dan berdenyut tanpa memberi tahu kepada Dewi saya semprotkan mani saya kedalam liang anusnya, Dewi kaget dan mengejan sehingga kemaluan saya seakan-akan disedot oleh jetpump kekuatan besar. saya tergeletak diatas punggungnya sambil memeluk perutnya yang indah, walaupun ada sedikir kerutan, karena memabg umur tidak bisa dikelabui, saya dan Dewi tertidur sejenak seakan melayang-layang di dunia lain. Kami bersetubuh dengan kemesraan hingga dua jam setengah sebanyak tiga ronde dipihak saya.

Saya lihat tatapan matanya mengandung kepuasan yang sangat dahsyat begitu pula saya sehingga membuat motivasi saya untuk bersetubuh dengan wanita-wanita setengah baya yang memang membutuhkan siraman biologis, karena wanita setengah baya secara teori sedang dalam puncak-puncaknya mengidamkan kepuasan birahi yang tinggi, istilahnya sedang mengalami fase puber kedua, apalagi bila sang suami tak memberikannya. Saya memang lebih menyukai wanita setengah baya dari pada ABG, karena wanita setengah baya mempunyai naluri kewanitaan yang besar sehingga dalam bersetubuh dapat saling memberikan respon yang sangat artistik bila dilakukan dengan mesra.

Setelah kami mandi kamipun bergegas untuk kembali pada tugas masing-masing, dari akhir pembicaraan saya dengannya, saya dipesankan agar merahasiakan hubungan ini, setelah itu saya diselipkan sehelai cek untuk konsultasi katanya. tanpa kwitansi dan tanda terima seperti biasanya bila terjadi transaksi. Sebenarnya saya tak tega mengambil cek tersebut, karena apa yang saya lakukan dengannya adalah sama-sama iklas sehingga hubungan menjadi sangat sangat sangat asik, tapi saya pikir uang buat Dewi nggak masalah karena memang untuk biaya pengeluaran lebih kecil dari pada yang diterima dari suaminya, selain itu saya juga sedang memerlukan biaya untuk memperbaiki kendaraan saya yang secara kebetulan pada waktu itu sedang mengalami perbaikan mesin.

Setelah peristiwa itu saya masih terus dihubungi bila Dewi perlu, dan pernah saya dikenalkan dengan rekan-rekan yang senasib dan saya pernah dihubungi oleh teman-temanya dengan saling menjaga rahasia satu sama lain, tapi ceritanya tak jauh beda, yang jelas saya akan rahasiakan hubungan ini.



Share:

Rabu, 06 November 2019

PENGALAMAN MANIS SAAT LARI PAGI

LAGUQQ - Sebelum saya menceritakan kisah pribadi yang tak terlupakan ini ,,,
Perkenalkan nama saya johan,Teman - teman ku biasa nya memanggil dengan sebutan jono,Walau terlihat kampungan soal wanita jangan di tanya kan lagi...



Tidak sabar dengan pengalaman pribadi yang saya alami ini ? yuk,,di simak ya guys !!!
Cerita ini bermula saat hari libur,,,tepat nya pada hari sabtu.
Tak seperti biasa nya pada saat libur saya menolak ajakan teman teman untuk pergi liburan.
Merasa suntuk dan bosan saya memutuskan untuk lari pagi di seputaran komplek tempat tinggal,berhubung hari libur suasana sekitar sangat lah sepi,,,hhhmm,Tersirat di benak ini andai saja saya ikut liburan bersama teman - teman saya tidak akan kesepian begini,,Ya sudah lah,,,

Beberapa  putaran telah saya lewati saya memutuskan untuk istirahat sejenak,karena merasa kelelahan saya duduk di bawah pohon mangga di depan rumah seseorang.

Angin sepoi - sepoi yang berhembus membuat mata ini terpejam sejenak,saat lelah ini mulai hilang sontak saya terkejut ada suara seorang wanita yang menyapa saya dengan nada lembut,, mas sini deh,,,

Saya pun menjawab,Iya mbak,,,!!!
Ada apa ya mbak memanggil saya,,,
Si wanita pun menjawab,Boleh minta tolong ga mas,,,
Iya mbak boleh boleh aja koq,,,saut saya
Lampu di kamar saya tiba - tiba padam nih,berhubung Orang tua pada liburan ke kampung rumah jadi sepi,,Iya mbak boleh jawab saya.
Singkat cerita saya pun masuk ke dalam kamar si wanita,,,
Tinggi juga ya mbak plafon nya,,,Iya mas bisa ga masang nya,bisa dong mbak jawab saya.

Mbak punya tangga ga ?Tanya saya,ada mas di belakang jawab si wanita...
Saya pun bergegas mengambil tangga tersebut,lalu balik ke kamar si wanita,,,
Ketika hendak naik si wanita berucap hati - hati mas...saya pun berkata kalo cuma ganti bola lampu doang mah gampang mbak jawab saya sambil tersenyum,,saya pegangin ya mas tangga nya si wanita berucap.
Ketika selesai memasang bola lampu tersebut saya pun langsung bergegas turun.
Si wanita pun berkata pelan pelan saja mas turun nya ga perlu buru - buru gitu,Ntar jatoh loh !
Saat di pijakan terakhir tiba - tiba saja kaki saya terpeleset dan saya terjatuh tepat di pelukan si wanita.
Maaf mbak saya tidak bermaksud untuk menyentuh mbak,,,kaki saya terpeleset dan terjatuh seketika menimpa mbak.
Saya pun bergagas berdiri dan meminta maaf,,
Maaf kenapa ujar si wanita ? mas kan terjatuh karena membantu saya jawab si wanita!Jika sudah selesai saya pamit ya ,mbak,ucap saya.
Ketika ingin berjalan pulang si wanita menarik tangan  saya dan berkata,nanti dulu dong mas,,
Si wanita berbisik lembut,temani saya dulu mas,,,,
Tanpa di sadari si wanita langsung memeluk saya.
Sontak saya pun terkejut dan tertegun,,membalas pelukan nya dengan erat.
Singkat cerita kami berdua pun menuju kamar,,,
Si wanita langsung tanpa basa basi melucuti pakaian saya satu persatu,,,dengan reflek saya pun meraba toket dan mencium bibir halus nya
Saling membalas ciuman dan semakin liar saya pun langsung meraba daerah terlarang nya,,
Si wanita pun semakin terangsang dan berbisik,,yuk mas masukin.
Saya pun melucuti semua pakaian nya hingga telanjang,Tanpa banyak bicara saya langsung menghujam kan adik kesayangan saya ke dalam kemaluan nya dan dia meringis sambil mengeluarkan kata ouh,,,ah,,,ouh,,lanjutkan mas,,,lagi ,,lagi,,,
Beberapa posisi bercinta kami lakukan hingga mencapai klimaks dan saya pun tak  tahan lagi ingin mengeluarkan dan,,,crot,,,crot,,,!!
Kami berdua pun terkulai lemas dan saya ,mencium bibir tipis nya dan berkata i like you !!!




Share:
Copyright © Cerita dewasa | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com